Senin, 24 Maret 2014

bahasa inggris bisnis 2



Nama         : Purwaningsih
NPM : 25211612
Kelas : 3eb16

This Year, Rupiah Is Predicted Will Be Number 1 In Asia 

Some analysts of the most accurate version of Bloomberg predicted that Rupiah will rise from the worst position to be the number one among other Asian currencies this year.

According to Lloyds Banking Group Plc, the rupiah will strengthen by 6.8 percent in 2014 to a level of 11,400 per U.S. dollar. Meanwhile, Societe Generale SA will see the rupiah was at 10,250 at the end of next year. In comparison, the median of 23 analysts surveyed by Bloomberg predict the rupiah will be at the level of 12,200 per U.S. dollar.

Among the 10 countries of Asia, only China can beat Indonesian growth.

There are several factors that will allegedly keep the Rupiah. One of them, a steady growth of the Indonesian economy and the reduce of trade deficit. Two factors are again the main attraction for foreign funds to re-invest in Indonesia.

“We predict the current value of the rupiah is below as it should be (undervalued) considered the dynamic growth in Indonesia,” said Jeavon Lolay, Global Research Director of Lloyds .

He added that the Indonesian economy will move in line with the positive growth in the global economy, which in turn will help to restore the level of exports in the next second quarter.

As a record, Indonesia’s currency has gained 0.7 percent this month to 12,085 per U.S. dollar. This is the best reinforcement among 11 Asian most frequently currencies traded.

SUMBER : HARIAN KOMPAS, 24 MARET 2014

Tahun ini , Rupiah Diprediksi Apakah Akan Nomor 1 Di Asia

Beberapa analis versi yang paling akurat dari Bloomberg memprediksi bahwa Rupiah akan naik dari posisi terburuk untuk menjadi nomor satu di antara mata uang Asia lainnya tahun ini .

Menurut Lloyds Banking Group Plc , rupiah akan menguat 6,8 persen pada 2014 ke level 11.400 per dolar AS . Sementara itu, Societe Generale SA akan melihat rupiah berada di 10.250 pada akhir tahun depan . Sebagai perbandingan, rata-rata 23 analis yang disurvei Bloomberg memprediksi rupiah akan berada di level 12.200 per dolar AS .

Di antara 10 negara dari Asia , hanya Cina bisa mengalahkan pertumbuhan Indonesia .

Ada beberapa faktor yang diduga akan menjaga Rupiah . Salah satunya , pertumbuhan yang stabil dari perekonomian Indonesia dan mengurangi defisit perdagangan . Dua faktor yang lagi daya tarik utama bagi dana asing untuk kembali berinvestasi di Indonesia .

"Kami memperkirakan nilai saat ini rupiah berada di bawah sebagaimana mestinya ( undervalued ) dianggap sebagai pertumbuhan yang dinamis di Indonesia , " kata JEAVON Lolay , Direktur Riset Global Lloyds .

Dia menambahkan bahwa perekonomian Indonesia akan bergerak sejalan dengan pertumbuhan positif ekonomi global , yang pada gilirannya akan membantu untuk mengembalikan tingkat ekspor pada kuartal kedua berikutnya .

Sebagai catatan, mata uang Indonesia telah naik 0,7 persen bulan ini untuk 12.085 per dolar AS . Ini adalah penguatan terbaik di antara 11 mata uang Asia yang paling sering diperdagangkan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar